
Kalau kamu lagi cari destinasi wisata alam yang beda dari pantai atau gunung biasa, Hutan De Djawatan di Banyuwangi wajib masuk list. Tempat ini sering disebut “Lord of the Rings-nya Indonesia” karena deretan pohon trembesi raksasa berusia ratusan tahun membentuk lorong hijau yang magis. Bayangkan jalan setapak dikelilingi kanopi daun lebat, sinar matahari tembus celah-celah, dan udara sejuk yang bikin langsung pengen healing seharian. Di 2026 ini, hutan ini tetap jadi favorit traveler Instagramable dan keluarga yang ingin liburan santai di tengah alam.
Lokasinya di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, sekitar 30-40 km dari pusat kota Banyuwangi. Aksesnya mudah, cukup ikuti jalan raya ke selatan—banyak petunjuk arah dan papan nama. Dari Stasiun Banyuwangi atau Pelabuhan Ketapang, perjalanan sekitar 45 menit sampai 1 jam naik mobil atau motor. Yuk, simak apa saja yang bikin tempat ini spesial!
Pesona Pohon Trembesi Raksasa di Wisata Alam Benculuk

Daya tarik utama dari kawasan ini adalah deretan pohon trembesi (Samanea saman) yang tertutup oleh tanaman pakis epifit atau lumut kerak. Faktanya, pepohonan ini telah tumbuh sejak zaman penjajahan Belanda dan masih terawat dengan sangat baik hingga saat ini.
1. Sensasi Berada di Dunia Fantasi

Saat pertama kali melangkah masuk, Anda akan langsung merasakan atmosfer yang berbeda karena kanopi pohon yang sangat luas menutupi langit. Selain itu, cahaya matahari yang menerobos sela-sela dahan menciptakan efek tyndall atau sinar dewa yang sangat memukau mata. Maka dari itu, banyak pengunjung menyebut tempat ini sebagai “Fangorn Forest” versi Indonesia. Selanjutnya, hamparan rumput hijau di bawah pepohonan menambah kesan asri dan nyaman untuk Anda jadikan tempat bersantai bersama keluarga.
2. Spot Foto Ikonik yang Instagramable

Hampir setiap sudut di kawasan ini memiliki estetika yang luar biasa untuk diabadikan dalam bingkai kamera. Pengelola telah menyediakan berbagai anjungan kayu dan bangku taman yang tertata rapi agar tidak merusak ekosistem asli. Namun, pastikan Anda mengeksplorasi bagian dalam hutan untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih sepi dan alami. Oleh sebab itu, membawa kamera dengan lensa sudut lebar sangat disarankan agar Anda bisa menangkap kemegahan pohon trembesi secara utuh.
Waktu Terbaik dan Tips Berkunjung ke De Djawatan

Menikmati keindahan alam tentu sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kepadatan pengunjung yang datang.
– Menangkap Momen Cahaya Keemasan
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada sore hari, tepatnya sekitar pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Oleh karena itu, posisi matahari yang mulai miring akan menghasilkan bayangan panjang dan warna cahaya yang lebih hangat. Meskipun demikian, Anda juga bisa datang pada pagi hari saat udara masih sangat segar dan embun tipis terkadang masih menyelimuti area hutan. Setelah berhasil menyesuaikan jadwal kunjungan, Anda akan mendapatkan hasil foto yang jauh lebih dramatis dan memuaskan.
– Persiapan Logistik dan Fasilitas Umum
Fasilitas di lokasi ini sudah cukup lengkap, mulai dari area parkir yang luas, mushola, hingga toilet yang bersih. Selanjutnya, Anda bisa menemukan berbagai warung kecil yang menjajakan kuliner khas Banyuwangi di sekitar area pintu masuk. Namun, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di area hutan lindung ini. Setelah berhasil menjaga kelestarian alamnya, generasi mendatang tetap bisa menikmati keagungan pohon-pohon purba ini dengan sukacita.
Rute Perjalanan dan Harga Tiket Masuk
Akses menuju lokasi wisata ini tergolong sangat mudah karena letaknya yang tidak jauh dari jalan raya utama yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi.
- Pertama, Gunakan Kendaraan Pribadi atau Sewa: Dari pusat kota Banyuwangi, Anda memerlukan waktu tempuh sekitar 45 menit hingga satu jam perjalanan ke arah selatan. Setelah berhasil sampai di pertigaan Benculuk, Anda cukup mengikuti petunjuk jalan menuju area Perhutani. Kedua, Harga Tiket yang Terjangkau: Wisatawan hanya perlu merogoh kocek yang sangat ramah kantong untuk tiket masuk dan biaya parkir kendaraan.
Trembesi Raksasa yang Legendaris

Meskipun demikian, harga tiket mungkin mengalami sedikit penyesuaian saat memasuki musim libur panjang atau hari raya. Setelah berhasil melakukan pembayaran di loket, Anda bebas menjelajahi area Hutan De Djawatan sepuas hati tanpa batasan waktu tertentu. Pada akhirnya, perjalanan menuju Banyuwangi tidak akan terasa lengkap tanpa menginjakkan kaki di bawah naungan trembesi raksasa yang legendaris ini.
Keindahan alam Indonesia memang tidak pernah ada habisnya untuk dieksplorasi, dan Banyuwangi telah membuktikannya melalui destinasi unik ini. Mari jadikan perjalanan Anda kali ini sebagai momen untuk lebih menghargai sejarah alam dan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Jadi, sudahkah Anda menyiapkan koper dan memesan tiket menuju Banyuwangi untuk melihat langsung kemegahan hutan purba ini?
















